Showing posts with label VIP News (Internasional). Show all posts
Showing posts with label VIP News (Internasional). Show all posts

Sunday, December 26, 2010

Di Malam Natal, 900 Keluarga Kehilangan Rumah

Liputan6.com, Manila: Di Malam Kudus, Jumat (24/12), derita melanda ratusan keluarga di Filipina. Pasalnya, setidaknya 900 keluarga harus merayakan natal di bawah barak pengungsian. Hal ini terjadi akibat ratusan rumah di daerah Muntinlup dan Tondo diamuk si jago merah.

Kebakaran di deaerah Muntinlup menyebabkan sekitar 800 keluarga harus kehilangan tempat tinggal. Kerugian diperkirakan mencapai 10 juta peso atau setara dengan Rp. 2 miliar. Para keluarga korban kebakaran terpaksa harus mengungsi di Sekolah dasar Cupang. Kebakaran diduga berasal dari rumah keluarga Cerafin Litada. Pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api di daerah yang cukup padat.

Sementara itu, kebakaran di daerah Tondo terjadi dalam waktu hampir bersamaan, menyebabkan sekitar 100 keluarga kehilangan rumah. Menurut seorang petugas pemadam kebakaran, kebakaran di daerah ini disebabkan ledakan kompor. (YUS)

Roket Meledak, India Gagal Luncurkan Satelit

Liputan6.com, Andhra Pradesh: Badan Antariksa India mengalami kegagalan saat meluncurkan satelit komunikasi dengan sebuah roket buatan lokal yang meledak di udara hingga hancur berkeping-keping pada Sabtu (25/12) kemarin.

Seperti dilansir situs NHK, roket tersebut diluncurkan dari Negara Bagian Andhra Pardesh, dan meledak di atas ketinggian 8.000 meter. Seperti terlihat dalam tayangan video di televisi, roket tersebut hancur berkeping-keping dan jatuh ke laut. Kini, Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) sedang menyelidiki penyebab hancurnya roket tersebut.

India memang tengah mencoba mengembangkan bisnis program peluncuran satelit menggunakan roket buatan dalam negeri. Namun, insiden kegagalan kemarin juga pernah terjadi pada April silam dan kemungkinan akan memiliki efek negatif pada program tersebut.(JAY/ANS)

Korsel Bebaskan Tiga Nelayan Cina

Liputan6.com, Seoul: Setelah hampir sepekan, Korea Selatan akhirnya membebaskan tiga nelayan Cina. Ketiga nelayan asal Negeri Tirai Bambu ini ditahan saat kapal pukat mereka dan perahu patroli Korsel bertabrakan di wilayah perairan Korsel pada pekan lalu.

Seperti dilansir situs NHK, Ahad (26/12), kapal pukat Cina itu tenggelam pada Sabtu pekan lalu setelah menabrak sebuah kapal patroli penjaga pantai Korsel. Insiden ini membuat kapten kapal pukat itu tewas di lokasi kejadian [baca: Bentrok dengan Penjaga Pantai, Satu Nelayan Tewas].

Penjaga pantai menciduk sekitar 50 kapal Cina yang beroperasi secara ilegal di zona ekonomi eksklusif Korsel di Laut Kuning. Sebanyak delapan nelayan diselamatkan dari pukat itu. Lima dari mereka dijemput oleh kapal Cina di dekatnya, sedangkan tiga lainnya ditahan penjaga pantai Korsel.

Penjaga pantai menahan tiga nelayan tersebut lantaran dicurigai menghalangi tugas petugas. Mereka juga mengaku telah dengan sengaja menabrakkan pukat mereka ke kapal patroli. Pihak berwenang Korsel akhirnya memutuskan untuk tidak memberi sanksi apa pun kepada tiga nelayan itu karena dinilai tak terlibat langsung dalam insiden tersebut. Mereka kemudian diserahkan ke Kedutaan Besar Cina untuk Korsel, kemarin.

Pemerintah Cina bereaksi tajam setelah insiden itu, serta meminta kompensasi atas tenggelamnya pukat tersebut. Pemerintah Beijing juga mengatakan Korsel tidak memiliki hak mengontrol perairan tersebut karena wilayah itu dikendalikan oleh kedua negara.(JAY/ANS)